ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Setelah berpuasa, banyak dari kita yang tergoda untuk “balas dendam” pada waktu berbuka. Lapar mata saat memilih kudapan buka puasa juga seringkali berujung pada jenis makanan yang penuh lemak dan gula. Padahal di tengah pandemi COVID-19 penting bagi kita untuk menjaga ketahanan tubuh dengan makanan yang kaya nutrisi untuk berbuka. Berikut beberapa jenis menu yang dapat kamu pilih untuk menjaga kekebalan tubuhmu di bulan puasa.

1.      Buah kurma

Buah khas Timur Tengah ini adalah makanan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai menu berbuka puasa. Tidak heran, karena buah kurma mengandung gula alami yang dapat mengembalikan energimu setelah seharian berpuasa. Buah kurma memang nikmat, namun menurut pakar gizi Instalasi Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta  Triyani Kresnawan, 10 buah adalah jumlah maksimal kurma yang disarankan untuk dimakan saat berbuka untuk memenuhi kebutuhan gula dalam tubuh.[1] 

2.      Smoothie

Biasa berbuka dengan es buah? Smoothie bisa jadi alternatif menu berbuka yang lebih sehat. Tidak hanya segar, smoothie juga kaya akan serat dan nutrisi yang diperlukan tubuh, setelah seharian menahan lapar dan haus. Smoothie juga lebih mengenyangkan, sehingga kamu tidak perlu banyak-banyak makan berat setelahnya. Smoothie dapat menjadi pilihan minuman dengan manis alami, tanpa tambahan gula. Tidak mau repot? Makan buahnya langsung juga merupakan pilihan yang sehat!

3.      Kacang Hijau

Kudapan yang mengandung kacang hijau dapat dijadikan pilihan sehat untuk berbuka puasa. Dengan kandungan serat yang tinggi, kacang hijau baik dikonsumsi untuk melancarkan dan mencegah masalah pencernaan. Merasa sudah terlalu banyak mengonsumsi gula? Jangan khawatir, karena berdasarkan studi dari Universitas São Paulo, Brasil, kacang hijau dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan gula dalam tubuhmu.[2] Sebagai menu berbuka, kacang hijau dapat diolah menjadi bubur yang dapat dihidangkan dingin maupun hangat.

4.      Nasi merah

Sebagai pelengkap makan berat saat berbuka puasa, nasi merah adalah alternatif yang lebih sehat dibandingkan nasi putih. Jika minuman dan makanan ringan yang disajikan sudah banyak mengandung gula, pilih nasi merah yang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih untuk mencegah lonjakan gula darah selama bulan puasa. Menurut Harvard T. H. Chan School of Public Health (HSPH), kandungan serat dalam nasi merah, yang lima kali lebih tinggi dari nasi putih, membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. [3]

5.      Air putih 

Meskipun tak semenggoda minuman-minuman manis yang umum ditemui saat berbuka puasa, air putih tetap penting untuk diminum saat berbuka. Tubuh akan kekurangan cairan yang diperlukan untuk bekerja dengan optimal. Jika tidak segera dipenuhi, kurang minum akan mengakibatkan dehidrasi. Menurut rekomendasi dr. Wafa Ayesha, ahli nutrisi klinis dari Otoritas Kesehatan Dubai, usahakan untuk minum 8 hingga 10 gelas air putih di antara jam berbuka dan sahur untuk mengganti cairan tubuh yang hilang di siang hari.[4]

Pada dasarnya, puasa bertujuan untuk mengendalikan hawa nafsu yang berlebihan. Menahan lapar dan haus saja tidak cukup. Selain dengan niat ibadah, puasa dapat dijadikan kesempatan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih baik. Dengan menerapkan pola konsumsi yang benar, ibadah puasa akan membawa manfaat baik bagi tubuh sekaligus jiwa.


Ingat ya, “You are what you eat” beberapa penyebab dari penyakit tidak menular kritis, salah satunya berupa faktor pola makan yang “ditabung” sejak dini yang juga jadi penyebab utama selain faktor genetik, usia, lingkungan, dan gaya hidup yang tidak sehat. Yang bisa kamu lakukan adalah menjaga pola makan dengan memilih pilihan makanan yang lebih sehat untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan risiko masa depan bersama FWD Critical Armor yang melindungi dari 65 jenis penyakit kritis mayor dan minor dan bisa diklaim lebih dari 3 kali hingga 420% dari nilai uang pertanggungan yang kamu miliki. Jika terdiagnosis penyakit kritis major, kamu akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi. Jangan khawatir mubazir, jika tidak pernah terdiagnosis penyakit kritis major, 100% premi dikembalikan. Cari tahu lebih lanjut di https://www.fwd.co.id/id/protect/critical-illness/critical-armor/




Sumber:

[1] https://gaya.tempo.co/read/1204093/buka-puasa-dengan-kurma-ini-jumlah-yang-disarankan-ahli-gizi

[2] https://www.mdpi.com/2072-6643/10/7/821/htm

[3] https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/whole-grains/

[4] https://www.thenational.ae/uae/health/uae-doctors-issue-dehydration-warning-to-fasting-muslims-1.336143