ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Memasuki fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju new normal, berbagai kegiatan di Jakarta mulai kembali dibuka secara bertahap per 5 Juni 2020.[1] Tidak lama setelahnya, ratusan orang terpantau memenuhi Gelora Bung Karno (GBK) pada 7 Juni 2020.[2] Olahraga memang menjadi bagian penting dalam langkah menjaga kesehatan. Namun, apakah berolahraga di luar rumah adalah keputusan yang tepat?


Olahraga apa saja yang tergolong berisiko tinggi?

Berdasarkan pakar kesehatan dari Michigan, stadion olahraga dan gym merupakan tempat dengan risiko tinggi untuk penularan virus corona dengan skor 8 dari 10. Dr. Nasir Husain menyatakan, orang cenderung mengeluarkan sekresi pernapasan yang lebih banyak ketika berolahraga dan terengah-engah. Olahraga, seperti basket, berenang, bowling, golf, berlari, bermain sepeda, dan bermain tenis juga merupakan sarana penyebaran yang dinilai berisiko.[3] Pandemi COVID-19 sendiri telah menyebabkan pembatalan acara olahraga di seluruh dunia, termasuk Olimpiade Tokyo 2020.[4]


Apakah masker wajib digunakan saat berolahraga?

Dr. Falla Adinda menyatakan, penggunaan masker memang mempengaruhi kemampuan kita dalam bernapas. Namun, itu bukan alasan untuk tidak menggunakan masker saat berolahraga di luar rumah. Ia menganjurkan untuk tetap memakai masker dan menurunkan intensitas olahraga.[5] Terkait dengan tren bersepeda yang sedang marak saat ini, dr. Devia Irine Putri menganjurkan untuk memakai masker dan tidak mampir, berhenti, atau bahkan nongkrong. Jika berhenti untuk beristirahat, upayakan untuk selalu menjaga jarak. Pastikan kondisi sepeda dan diri dalam keadaan baik. Bawalah masker cadangan untuk mengganti masker yang sudah basah karena keringat. Pilihlah rute yang tidak ramai atau yang menyediakan jalur sepeda. Jangan lupa untuk membawa minuman sendiri dari rumah.[6]


Haruskah berolahraga saat pandemi?

Berolahraga secukupnya adalah kunci. Studi membuktikan, olahraga ringan hingga sedang — sekitar tiga kali dalam satu minggu — mengurangi risiko kematian saat penyebaran virus flu Hong Kong pada tahun 1998. Namun, terlalu banyak berolahraga atau berolahraga di saat sakit meningkatkan risiko komplikasi medis dan kematian.[7] World Health Organization (WHO) menganjurkan aktivitas fisik selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi setiap minggunya. [8]


Olahraga apa yang sebaiknya dilakukan?

Jika kamu berolahraga di luar rumah, selalu gunakan masker, hindari tempat yang ramai, jaga jarak minimal 2 meter, dan mencuci tangan setelah beraktivitas. Olahraga yang dapat dikatakan lebih aman adalah aktivitas fisik yang dilakukan di rumah. Beberapa jenis olahraga yang bisa kamu coba selama di rumah saja antara lain kardio (treadmill, sepeda statis, lompat tali, dan lain sebagainya), senam aerobik, yoga, menari, dan lain-lain.


        Berolahraga memang merupakan salah satu langkah menjaga kesehatan. Namun, jangan sampai kesehatanmu dipertaruhkan karena berolahraga di tempat yang ramai di luar rumah. Jaga diri dari risiko kesehatan dengan perlindungan Asuransi Bebas Handal, asuransi kesehatan berbasis syariah yang lengkap dengan nilai manfaat hingga Rp100 juta/tahun. Kontribusinya mulai dari Rp75 ribu/bulan dan bisa didapatkan secara online. Selama bulan Juni 2020, ada manfaat tambahan khusus hingga Rp100 juta* untuk perlindungan dari virus corona (COVID-19), berupa manfaat tunai harian, karantina, hingga meninggal jika terdiagnosis positif COVID-19 selama masa periode promo. Selengkapnya di: fwd.co.id/bebashandal!

 

*Syarat & ketentuan berlaku



Sumber :

[1] https://metro.tempo.co/read/1353721/psbb-transisi-kasus-positif-covid-19-di-jakarta-belum-turun/full&view=ok

[2] https://metro.tempo.co/read/1350614/gbk-kembali-ramai-masyarakat-rindu-swafoto-dan-olahraga/full&view=ok

[3] https://www.mlive.com/public-interest/2020/06/from-hair-salons-to-gyms-experts-rank-36-activities-by-coronavirus-risk-level.html

[4] https://www.aljazeera.com/news/2020/03/coronavirus-sporting-events-affected-outbreak-200310084205890.html

[5] https://www.instagram.com/p/CBF2i5UAmSq/?igshid=1k8bw80prydqt      

[6] https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3640455/gowes-di-masa-new-normal-amankah-bersepeda-saat-pandemi

[7] https://theconversation.com/should-i-exercise-during-the-coronavirus-pandemic-experts-explain-the-just-right-exercise-curve-133861

[8] https://www.un.org/development/desa/dspd/2020/05/covid-19-sport/