ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Pandemi COVID-19 yang telah menyebar di seluruh dunia selama beberapa bulan terakhir tidak hanya membawa dampak negatif bagi kesehatan, tetapi juga perekonomian. Peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ditetapkan untuk mencegah penyebaran virus corona secara langsung berdampak pada banyak industri, termasuk makanan dan minuman, pariwisata, event, dan lain-lain. Akibatnya, banyak perusahaan yang terpaksa memutus hubungan kerja dengan karyawannya, atau bahkan jatuh bangkrut. Sebaliknya, sejumlah bisnis malah berhasil meraup keuntungan besar di tengah pandemi ini. Bisnis apa sajakah itu?


1. E-commerce

Menghabiskan waktu di rumah kadang membuat kita lebih mudah tergoda dengan promo-promo online shopping. Tidak heran, karena praktisnya berbelanja online memang sangat membantu di tengah PSBB. Tanpa perlu keluar rumah, kamu bisa berbelanja berbagai macam kebutuhan sehari-hari mulai dari toiletries, alat elektronik, hingga sayur dan daging segar. Berdasarkan survei Nielsen Indonesia pada bulan Maret 2020, 30% konsumen Indonesia lebih sering berbelanja online sejak pemberlakuan PSBB dan social distancing. Menariknya, perubahan perilaku ini berlangsung hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Tentu saja, dengan meningkatnya minat untuk berbelanja online, bisnis logistik juga menerima keuntungannya. Menurut pengamat pemasaran Yuswohady dari Inventure Consulting, kedua industri tersebut merupakan pilar dari stay-home economy yang hadir beberapa bulan belakangan.[1]


2. Makanan pesan antar
        Layanan delivery yang telah dimudahkan dengan aplikasi ojek online dimanfaatkan dengan baik oleh para pebisnis makanan di tengah pandemi COVID-19. Meskipun pelanggan tidak lagi dapat makan di tempat, layanan pesan antar menjadi pilihan untuk tetap menjual makanan dengan lebih aman dan efisien. Menurut Co-CEO Gojek, Andre Sulistyo, pemesanan makanan lewat aplikasi meningkat karena berkurangnya opsi untuk makan di luar selama pandemi. Layanan pesan antar kemudian menjadi tumpuan bagi kebanyakan orang untuk makan sehari-hari.[2]


3. Layanan teknologi
        Berkurangnya kesempatan untuk bertemu secara tatap muka selama PSBB membuat banyak aktivitas beralih pada teknologi untuk menggantikannya. Untuk bekerja dari rumah, banyak perusahaan yang memanfaatkan layanan virtual conference untuk menjalankan rapat tanpa perlu pergi ke kantor. Banyaknya pengguna menyebabkan saham penyedia jasa video konferensi Zoom meroket hingga menembus rekor $106,88 pada bulan Maret lalu.
        Di dunia hiburan, layanan streaming Netflix kerap menemani di rumah untuk menggantikan rutinitas menonton bioskop. Tingginya minat terhadap layanan ini menyebabkan Netflix mencapai rekor valuasi senilai $187,3 miliar. Jumlah ini mengalahkan raksasa hiburan Disney, yang valuasinya menurun hingga $186,5 miliar setelah taman hiburan dan produksi filmnya tersendat akibat pandemi COVID-19.[3]


    Di saat yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, kamu perlu perlindungan yang pasti  seperti bersama FWD SPrInt Link produk asuransi jiwa sekaligus investasi yang dirancang khusus untuk mempersiapkan dana kesehatan dan dana darurat keluarga. Kamu bisa memilih proporsi alokasi premi sekaligus jenis investasi dengan hasil optimal. Ingin tahu lebih lanjut? Kunjungi  https://www.fwd.co.id/id/invest/sprint-link/ atau tanyakan langsung dengan agen FWD Life!

    Selain itu, selama bulan Juni 2020 ada tambahan manfaat khusus COVID-19 hingga Rp100 Juta* untuk perlindungan virus corona (COVID-19), berupa manfaat tunai harian, karantina, hingga meninggal dunia jika terdiagnosis positif COVID-19 selama masa periode program* Selengkapnya cek di fwd.co.id ya !


*Syarat & Ketentuan berlaku




Sumber :