ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Pandemi COVID-19 belum berakhir. Saat ini, kita tidak hanya berperang melawan COVID-19, tetapi juga beredarnya mitos dan hoax di media sosial. Selain menimbulkan keresahan, adanya informasi yang tidak valid juga menciptakan keributan dan perdebatan. Simak artikel ini untuk mengetahui fakta terkini seputar COVID-19.

 

1. Apakah eucalyptus bisa menyembuhkan COVID-19?

Eucalyptus memiliki khasiat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antiradang, antioksidan, dan antinyeri. Tanaman ini dipercaya mampu mengobati penyakit, seperti asma, sinusitis, bronchitis, dan radang gusi. Namun, penggunaan eucalyptus untuk penyakit COVID-19 sendiri belum dapat dibuktikan.[1] Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi menambahkan, eucalyptus sebagai obat COVID-19 memerlukan uji praklinis terhadap hewan dan manusia. Selama belum ada datanya, ia menekankan untuk tidak berasumsi. [2]

 

2. Apakah jenazah memerlukan protokol khusus COVID-19?

COVID-19 dapat bertahan hidup selama beberapa waktu di dalam cairan tubuh, darah, dan permukaan tubuh jenazah penderita COVID-19. Adanya potensi penyebaran menyebabkan penanganan jenazah ini perlu dilakukan dengan alat pelindung diri (APD). Selain itu, prosesi pemakaman juga diatur ketat dengan melakukan proses disinfeksi, menggunakan kantong atau plastik yang diikat rapat dan tidak tembus air, serta menempatkannya di lokasi dengan jarak minimal 500 meter dari pemukiman dan 30 meter dari sumber air. Untuk meminimalisir penularan, jenazah yang dicurigai ataupun yang terbukti meninggal karena COVID-19 perlu penanganan khusus COVID-19. [3]

 

3. Apakah cahaya matahari atau UV bisa membunuh COVID-19?

National Biodefense Analysis and Countermeasures Center menemukan, 90% dari SARS-CoV-2 mati dalam tujuh menit di bawah sinar matahari buatan. Penelitian ini membuktikan bahwa matahari dapat menjadi disinfektan untuk permukaan benda-benda tidak berpori yang telah terkontaminasi.[4] Walaupun UV bisa membunuh virus di permukaan benda, bukan berarti pasien COVID-19 dapat disembuhkan dengan cahaya matahari. [5]


Teknologi UVC sendiri berbahaya untuk mata dan kulit manusia, sehingga penggunaannya perlu diawasi dengan ketat. Dr. Jacob Scott menyatakan, UVC memang membunuh virus, jika digunakan dalam dosis yang tepat oleh para ahlinya. Akurasi ini tidak akan mungkin terjadi dengan alat yang digunakan di rumah.[6]

 

Di tengah pandemi COVID-19, kita tetap harus menjaga kesehatan, mencari kebenaran, dan tentunya memiliki perlindungan FWD LooP, asuransi lengkap dengan manfaat meninggal, kecelakaan, penyakit kritis, rawat inap hingga investasi, mulai dari Rp250.000/bulan. 100% premi kamu akan diinvestasikan sejak tahun pertama sehingga hasilnya maksimal! Jangan takut bingung karena agen FWD Life akan membantu kamu dalam proses pembeliannya. Cari tahu lebih lanjut di https://www.ifwd.co.id/fwdloop!