ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel
Perubahan adalah hal yang mutlak. Selama pandemi COVID-19, kita terus dihadapkan pada beragam perubahan gaya hidup, mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan lain sebagainya. Kita dituntut untuk menjaga kesehatan dan mengatur asupan makanan. Memasuki era new normal, ketika kegiatan ekonomi, termasuk restoran kembali dibuka, apakah kita bisa kembali makan seperti biasanya? Simak jawabannya di artikel ini!

Hindari kerumunan
Risiko penularan di tengah kerumunan membuat kegiatan makan siang menjadi mengkhawatirkan. Dokter spesialis gizi klinis Ida Gunawan menyatakan, risiko bukan datang dari makanan, tetapi dari percikan air liur (droplet) saat berdampingan dengan orang lain yang belum tentu sehat. Ida menyarankan, membawa bekal dan alat makan sendiri, serta makan di tempat kerja dan menjaga jarak lebih aman dibandingkan dengan makan di luar. [1]

Cek protokol kesehatan
World Health Organization (WHO) menyatakan, walaupun virus corona tidak berkembang biak di makanan, namun ia bisa bertahan di permukaan benda hingga 72 jam di plastik dan stainless steel dan 24 jam di kardus. WHO menganjurkan, industri makanan untuk mempraktikkan protokol kebersihan dan menjaga jarak antar pekerja untuk mengeliminasi risiko terpaparnya makanan dan packaging-nya dari virus oleh pekerja. Alat perlindungan diri (APD), seperti masker dan sarung tangan untuk pekerja juga bisa efektif mengurangi penyebaran jika digunakan dengan benar. [2] Tugas kamu adalah mengevaluasi apakah restoran yang kamu tuju sudah menjalankan protokol kesehatan.

Ikuti panduan protokol kesehatan
Jika suhu tubuh normal, kamu bisa masuk ke restoran menggunakan masker. Gunakan hand sanitizer sebelum duduk dan lepas masker hanya ketika makan dan minum. Pengunjung wajib mengawasi anak-anak. Upayakan untuk menjaga jarak dengan tamu lainnya minimal 2 meter. Cuci tangan sebelum makan dan setelah memegang buku menu atau layar iPad. Gunakan pembayaran non-tunai jika memungkinkan. Hindari menggunakan alat makan yang sudah diletakkan di meja sebelum tamu datang. Pilihlah restoran yang mematuhi protokol kesehatan dan tidak terlalu ramai. [3]

Selalu ada pilihan untuk takeaway atau pemesanan online
Jika restoran sedang ramai, tetap waspada dengan membungkus makanan pulang, memesan secara online, atau mencari alternatif lainnya. Namun, kamu tetap harus berhati-hati dengan menghindari kontak langsung dengan kurir atau menggunakan masker saat bertransaksi. Pindahkan makanan ke piring dan buang wadah yang digunakan. Segera cuci tangan setelah menerima paket dan sebelum makan. [4]

Di tengah pandemi, berjaga-jaga adalah keharusan. Tidak hanya menjalankan protokol kesehatan, tetapi kamu juga perlu memiliki perlindungan Asuransi Bebas Handal, asuransi kesehatan berbasis syariah yang lengkap dengan nilai manfaat hingga Rp100 juta/tahun*. Kontribusi mulai dari Rp75 ribu/bulan dan bisa didapatkan secara online. Selama bulan Juli 2020, ada manfaat tambahan khusus hingga Rp100 juta untuk perlindungan dari virus corona (COVID-19), berupa manfaat tunai harian, karantina, hingga meninggal jika terdiagnosis positif COVID-19 selama masa periode promo. Selengkapnya di: fwd.co.id/bebashandal!


*Syarat & ketentuan berlaku



Sumber :
[2] https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/1274400/retrieve