ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Dua hal ini memiliki sejumlah persamaan: tak terlihat, mematikan, dan merusak tatanan kehidupan yang selama ini kita jalani. Ya, mereka adalah pandemi COVID-19 dan krisis iklim yang kian parah. Seluruh dunia kewalahan dibuatnya, namun mereka tak bergerak sendiri-sendiri. Keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi lingkungan tempat kita hidup. Bagaimana pandemi COVID-19 telah mengubah bumi kita?


1. Berkurangnya polusi udara selama sementara waktu

Emisi atau gas buang yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor dan mesin produksi adalah salah satu pencemar udara yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Dengan berkurangnya mobilitas masyarakat dan menurunnya proses produksi selama lockdown, emisi yang dihasilkan pun ikut berkurang. Berdasarkan analisis dari Carbon Brief pada awal April 2020 emisi global diperkirakan menurun 5,5% dibanding tahun lalu.[1]

Namun, jangan lega dulu! Tingkat emisi juga diperkirakan akan langsung meningkat saat keseharian masyarakat mulai kembali normal. Menurut Zeke Hausfather dari Breakthrough Institute, emisi akan terus meningkat seiring tuntutan tinggi untuk memperbaiki ekonomi setelah pandemi.[2]


2. Kota menjadi lebih sunyi

Seberapa sering kamu mendengar siulan burung di jalanan kota besar yang ramai? Dengan berkurangnya aktivitas manusia, polusi suara dari lalu lintas, pertunjukan musik, hingga suara pesawat lewat menjadi semakin jarang ditemui. Polusi suara secara berkelanjutan dapat menyebabkan stres, darah tinggi, gangguan tidur, dan lain-lain. Karena itu, kesunyian selama pandemi cukup dinikmati sejumlah warga di beberapa kota besar dunia. Beberapa dari mereka bahkan merasa bahwa burung-burung berkicau lebih nyaring. Padahal, hal itu disebabkan oleh berkurangnya pencemaran suara di lingkungannya. [3]


3.Munculnya hewan-hewan liar

Hewan-hewan liar yang pada umumnya cenderung menjauhi manusia mulai menampakkan diri. Di Thailand, pantai-pantai yang biasanya penuh dengan turis kini menjadi tempat bertelur penyu belimbing, reptil langka yang dilindungi. Berkurangnya gangguan dari aktivitas manusia di pantai membuat jumlah sarang penyu belimbing yang tampak tahun ini menjadi yang tertinggi selama dua dekade terakhir.[4] Di belahan bumi yang lain, kanal-kanal Venesia juga memperlihatkan penghuni aslinya, termasuk ikan dan ubur-ubur yang hidup berdampingan dengan angsa di sekitarnya.[5]



Dunia yang kita kenal beberapa bulan lalu telah berubah, dan bukan tak mungkin akan terus berubah. Tanggung jawab kita adalah membawa perubahan tersebut ke arah yang lebih baik. Untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, kita dapat mulai menanamkan kebiasaan-kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki dampak positif bagi bumi.

Dengan ikut menjaga bumi hari ini, kamu telah membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Selain menjaga bumi dari risiko lingkungan, kamu juga perlu menjaga diri dari risiko kesehatan yang tidak menentu terutama di masa pandemi “New Normal”  ini bersama kepesertaan Asuransi Bebas Handal, asuransi kesehatan berbasis syariah dengan manfaat hingga Rp100 juta/tahun. Kontribusinya hanya mulai dari Rp75 ribu/bulan dan bisa kamu miliki dengan sangat simpel secara online. Selama bulan Juni 2020, ada tambahan manfaat khusus COVID-19 hingga Rp100 juta* untuk perlindungan virus corona (COVID-19), berupa manfaat tunai harian, karantina, hingga meninggal dunia jika terdiagnosis positif COVID-19 selama masa bulan Juni 2020. Selengkapnya cek di: fwd.co.id/bebashandal!

 

 *Syarat & ketentuan berlaku


Sumber :


[1] https://www.carbonbrief.org/analysis-coronavirus-set-to-cause-largest-ever-annual-fall-in-co2-emissions

[2] https://www.wired.com/story/coronavirus-emissions/


[3] https://www.theatlantic.com/science/archive/2020/04/coronavirus-pandemic-earth-pollution-noise/609316/


[4] https://www.theguardian.com/environment/2020/apr/20/coronavirus-lockdown-boosts-numbers-of-thailands-rare-sea-turtles


[5] https://twitter.com/CBSNews/status/1252311105512275970