ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

    Tanpa disadari, gejala stres bisa memengaruhi kesehatanmu! Dampaknya bisa terasa pada tubuh, pikiran, dan perilaku, seperti sakit kepala, insomnia, atau menurunnya produktivitas hingga ke masalah penyakit, seperti tekanan darah tinggi, jantung, dan lain sebagainya. Kenali gejalanya agar kamu bisa menghadapinya. Jangan biarkan stres berkembang menjadi penyakit. [1]


1. Berdampak pada kehidupan sehari-hari

Bermula dari pikiran, stres bisa merusak mood kamu dan mengarah pada perilaku dan kondisi tubuh yang tidak sehat. Kamu bisa merasakan kegelisahan, kurangnya motivasi, perasaan kewalahan, marah, sedih, atau depresi secara berkelanjutan. Mood kamu akan memicu perilaku, seperti terlalu banyak atau sedikit makan, ledakan emosi, penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol, merokok, menarik diri dari pergaulan, atau lebih jarang berolahraga. Tidak jarang, kamu bisa merasakan sakit akibat stres, seperti sakit kepala, otot tegang, sakit pada dada, kelelahan, sakit perut, atau masalah tidur. [2]


2. Berujung ke berbagai penyakit

a. Jantung

Stres bisa meningkatkan detak jantung dan aliran darah, yang kemudian memicu kolestrol dan trigliserida. Stres juga sering dikaitkan dengan kecenderungan merokok dan obesitas, yang dapat meningkatkan risiko jantung. [3]

b.Obesitas

Lemak berlebih di perut memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan kaki atau pinggul. Stres dapat menyebabkan tingginya produksi hormon kortisol yang berujung pada penumpukan lemak di perut. [4]

c. Diabetes

Kalau sedang stres bikin ngidam makanan manis? Ada kecenderungan orang-orang untuk melampiaskan stres dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat. Stres juga bisa meningkatkan level glukosa penderita diabetes tipe 2.[5]

d. Depresi

Stres yang berkelanjutan berhubungan erat dengan depresi. Studi membuktikan bahwa orang yang stres dengan pekerjaannya, seperti tuntutan yang terlalu banyak dengan reward yang tidak sebanding memiliki risiko mengalami depresi 80 persen lebih besar dalam beberapa tahun dibandingkan dengan mereka dengan stres yang lebih ringan. [6]

e. Gangguan pencernaan

Kalau sedang stres suka merasakan nyeri perut? Sekitar 60 persen penderita sindrom iritasi usus mengalami gangguan psikologis. Penderita sindrom ini juga bisa disertai gangguan pencernaan lain, seperti diare, sembelit, dan perut kembung. [7]


Bagaimana cara menghadapi stres?

Jika kamu mempunyai gejala-gejala stres, mulai explore strategi menghadapi stres dengan cara yang aktif, seperti berolahraga, melatih teknik relaksasi (pernapasan dalam, meditasi, yoga), menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman, meluangkan waktu untuk hobi (membaca buku, merajut, otomotif, atau mendengarkan musik). Cara-cara tidak aktif, seperti menonton televisi, mengecek social media, atau main games mungkin terdengar menyenangkan, namun hal tersebut dapat meningkatkan stres dalam jangka panjang. Jangan lupa untuk tidur yang cukup dan makan makanan yang sehat.

 

Jika kamu telah mencoba untuk mengontrol stres atau tidak yakin stres adalah penyebabnya, kamu bisa mencoba berkonsultasi ke dokter. Saat pandemi, kamu bisa berkonsultasi secara online lewat aplikasi, seperti Alodokter, Halodoc, dan lain sebagainya. Dokter akan membantu kamu lewat psikoterapi untuk mengatasi stres dan masalah psikologis yang kamu perlukan.

Khawatir akan kelangsungan hidupmu itu wajar berarti kamu peduli dengan kesehatan dan rencana hidup kamu di masa depan. Kamu bisa kurangi kekhawatiran, terutama akan risiko kesehatan dan finansial dengan perlindungan, seperti Asuransi Bebas Handal, asuransi kesehatan berbasis syariah yang lengkap dengan nilai manfaat hingga Rp100 juta/tahun. Kontribusinya mulai dari Rp75 ribu/bulan dan bisa didapatkan secara online. Selengkapnya di: fwd.co.id/bebashandal!