ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Setiap delapan detik, ada satu orang yang membutuhkan transfusi darah di Indonesia.[1] Namun, adanya pandemi menyebabkan sebagian kegiatan donor darah terhenti. Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) pun berkurang secara drastis.[2] Padahal, darah dibutuhkan pasien dari segala usia yang merupakan korban kecelakaan, operasi jantung, transplantasi organ, serta penderita kanker dan berbagai kondisi yang membahayakan nyawa.[3] Berikut beberapa pertanyaan umum terkait dengan donor darah di kala pandemi.

 

Apakah bisa tertular atau menularkan virus corona?

    Penyebaran virus corona diketahui berasal dari droplets atau percikan air liur. Virus ini juga dapat masuk ke dalam tubuh, jika kamu menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi, kemudian memegang mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan. Hingga saat ini, tidak ada laporan yang menyebutkan virus corona menular melalui donor darah.[4]

    PMI telah mempersiapkan prosedur yang seaman mungkin. Darah yang didonorkan akan melalui proses pemeriksaan, penyaringan, dan pemisahan komponen sehingga aman untuk diberikan. [5] Anggota Bagian Perekrutan Pelayanan Donor Darah Sukarela (P2D2S) Kota Bekasi Liza Nodya Chintadin juga menyatakan, tempat donor darah pun rutin disemprot disinfektan dan ada pemeriksaan kesehatan yang ketat di kantor PMI. [6]


Apa protokol donor darah di Indonesia?

    Pertama, pendonor harus menjalani pengecekan suhu. Jika suhu tubuh di atas 37,5°C atau memiliki gejala yang mengarah pada penyakit pernapasan, calon donor akan ditolak. Kedua, pendonor harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menggunakan masker. Petugas donor darah juga mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan dalam kondisi sehat. Ketiga, calon donor juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan mengecek kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah. Keempat, menerapkan physical distancing selama proses. [7]

 

Apa saja syarat mendonorkan darah?

    Kamu juga bisa ikut berpartisipasi selama memenuhi syarat-syarat ini: sehat jasmani dan rohani, berusia 17-65 tahun, berat badan minimal 45 kg, tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100, kadar Hb berada di 12,5-17,0 g%, tidak mendonorkan darah dalam 12 minggu terakhir. PMI mengimbau untuk tidak menyumbangkan darah jika memiliki penyakit jantung dan paru-paru, kanker, hipertensi, kencing manis, epilepsi, Hepatitis B atau C, sifilis, kelainan darah, ketergantungan narkoba, kecanduan alkohol, atau HIV/AIDS. [8]


    Selama pandemi, kamu tidak dianjurkan mendatangi lokasi kegiatan donor darah, apabila sedang demam, tidak enak badan, memiliki gejala yang mengarah pada COVID-19, memiliki riwayat kontak dekat dengan orang yang terdiagnosis ataupun diduga terinfeksi virus corona dalam 14 hari terakhir.[9]


    Selain membantu orang lain, kamu juga bisa mendapatkan manfaat donor darah bagi diri sendiri, seperti mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, menjaga kadar zat besi dalam darah, dan lain-lain. Jika kamu merasa sehat dan berniat untuk mendonorkan darah, hubungi dulu PMI agar kamu mendapatkan info mengenai waktu dan tempat dan tidak menunggu lama di lokasi pengambilan darah. Beberapa cabang PMI memiliki mobil donor darah untuk menghampiri pendonor. Pandemi bukan alasan untuk kita tidak menolong sesama. Kamu bisa bebaskan khawatir dari risiko kesehatan dan finansial jika punya perlindungan diri yang komplit dan terjangkau serta simpel cara memilikinya sebagai prioritas utama. Contohnya perlindungan bersama asuransi FWD LooP yang tidak hanya memberikan manfaat perlindungan kesehatan rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan dan meninggal dunia, selain itu ada investasinya juga lho yang 100% premi di investasikan sejak tahun pertama. Jangan bingung cara belinya karena agen FWD Life akan membantu kamu untuk proses pembeliannya. Cari tahu lebih lanjut di https://www.ifwd.co.id/fwdloop

    

    Selama bulan Juni 2020, ada tambahan manfaat khusus COVID-19 hingga Rp100 juta* untuk perlindungan virus corona (COVID-19), berupa manfaat tunai harian, karantina, hingga meninggal dunia jika terdiagnosis positif COVID-19 selama bulan Juni 2020*. Selengkapnya cek di fwd.co.id ya !

          

 *Syarat & Ketentuan berlaku


Sumber :

[1] http://ayodonor.pmi.or.id/index.php

[2] https://metro.tempo.co/read/1337714/pandemi-corona-stok-darah-di-pmi-jakarta-berkurang-60-persen

[3] https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-fda-provides-updated-guidance-address-urgent-need-blood-during-pandemic

[4] https://www.alodokter.com/amankah-mendonorkan-darah-saat-virus-corona-melanda

[5]  https://www.alodokter.com/amankah-mendonorkan-darah-saat-virus-corona-melanda

[6] https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/16/112421323/stok-darah-menipis-amankah-donor-darah-di-tengah-pandemi-corona?page=all#page3

[7] https://www.alodokter.com/amankah-mendonorkan-darah-saat-virus-corona-melanda

[8] http://ayodonor.pmi.or.id/about.php

[9] https://www.alodokter.com/amankah-mendonorkan-darah-saat-virus-corona-melanda