ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Meskipun profesi atlet nggak didapatkan dengan mudah, namun masih banyak anggapan yang salah mengenai profesi atlet di Indonesia. Atlet-atlet Indonesia masih sering dianggap sebelah mata. Nggak heran, belum banyak yang berani menjadikan atlet sebagai satu-satunya profesi yang ditekuni. Berikut beberapa anggapan yang salah tentang profesi atlet di Indonesia!


1.       Menjadi atlet bukan merupakan pekerjaan yang stabil dalam hal keuangan


parenting.orami.co.id

Nggak banyak orang tua yang mengizinkan anaknya untuk menjadi atlet meskipun memiliki potensi dan keahlian yang menjanjikan. Seringkali, profesi atlet dipandang sebelah mata karena dianggap bukan pekerjaan yang memiliki keuangan yang stabil. Padahal, atlet memiliki prospek karir yang luas lho bila keuangannya dikelola dengan baik.

 

Saat sedang berada di masa keemasan, seorang atlet harus pintar dalam mengatur keuangannya. Pasalnya nggak ada yang bisa memastikan berapa lama masa kejayaan seorang atlet akan didapatkan. Seorang atlet yang dapat mengelola keuangannya dengan baik dapat mempersiapkan diri setelah karirnya nggak lagi di atas. Namun, masih banyak kesempatan yang bisa diambil oleh para atlet untuk tetap berkarir di cabang olahraganya, seperti menjadi pelatih.


2.       Atlet dianggap nggak menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah


liputan6.com

Siapa bilang menjadi seorang atlet nggak akan memberikanmu banyak pemasukan? Kamu bisa kaya mendadak saat menang turnamen-turnamen besar. Pasalnya, hadiah yang diperebutkan jumlahnya besar. Anggapan bahwa atlet hanya dibayar dengan gaji yang nggak seberapa ini nggak sepenuhnya benar kok. Jika kamu terus mengasah potensi dirimu, kamu bisa menjadi atlet menjanjikan yang menghasilkan banyak uang dari permainanmu.


3.       Atlet nggak memiliki kesempatan yang bagus di bidang akademis


beritagar.id

Seseorang yang berprofesi sebagai atlet sering dianggap nggak memiliki kemampuan yang bagus di bidang akademis. Padahal, sekolah dan kampus seringkali membuka free pass bagi para atlet yang berprestasi. Hal ini merupakan bukti bahwa atlet juga diakui di lingkungan akademis. Bahkan, para atlet memiliki nilai lebih dibandingkan pelajar lainnya.


4.       Hidup atlet terus berkutat di bidang olahraga yang ia tekuni


kinibisa.com

Seorang atlet nggak harus terus menekuni bidang olahraganya saat ia memutuskan untuk menjadi atlet. Atlet dapat berganti profesi saat merasa nggak lagi passionate di bidang yang ia tekuni. Seorang atlet juga bisa memiliki profesi sampingan selain menjadi atlet. Banyak atlet yang juga berkarir di bidang bisnis dengan bermodalkan uang hadiah yang didapatkan dari turnamen.

5.       Atlet nggak memiliki kebebasan


solopos.com

Bayangan yang tergambar saat memikirkan seorang atlet seringkali diasosiasikan dengan latihan fisik keras secara terus menerus. Hal ini nggak sepenuhnya salah. Namun, seorang atlet tetap memiliki kebebasan kok. Bahkan, mereka memiliki privilege untuk bepergian ke luar negeri saat ada turnamen internasional. Atlet akan lebih sibuk pada saat-saat yang berdekatan dengan turnamen. Namun, di musim yang lain, mereka juga memiliki kebebasan untuk bermain kok.

 

Itu tadi beberapa anggapan yang salah tentang profesi atlet di Indonesia. Sekarang, kamu sudah lebih mengenal atlet Indonesia, kan?