ornament
ornament
Kembali ke Halaman Artikel

Setelah beberapa bulan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah, sejumlah kompleks perkantoran di Indonesia perlahan-lahan mulai beroperasi kembali. Protokol kesehatan pun dilakukan dengan mengurangi jumlah karyawan yang harus masuk setiap harinya, mengecek temperatur tubuh, dan melakukan contact tracing. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti melaporkan bahwa ada 68 perkantoran yang menjadi klaster baru COVID-19 di Jakarta dengan 440 karyawan terkonfirmasi positif COVID-19.[1] Lalu, mengapa virus corona mudah menyebar di perkantoran?

 

1. Kurangnya social distancing

Di beberapa kantor, para karyawan bekerja dalam ruang terbuka. Sistem open office juga memungkinkan karyawan untuk saling berinteraksi satu sama lain tanpa adanya batasan fisik. Karena itu, social distancing yang mengharuskan adanya jarak sekitar 2 meter antarindividu sulit untuk diterapkan di kantor. Akibatnya, virus corona menjadi mudah menyebar.[2]

 

2. Terhambatnya sirkulasi udara

Kawasan perkantoran cenderung bertempat di ruangan tertutup yang dilengkapi air conditioner. Kurangnya ventilasi dalam ruangan membuat sirkulasi udara kian terhambat. Seringkali, udara yang beredar hanyalah udara yang ada di dalam ruangan itu saja tanpa pergantian dengan udara di luar ruangan. Karena kurangnya sirkulasi udara yang baik, virus, bakteri, dan partikel-partikel lain akan terkonsentrasi pada udara di dalam ruangan. Jika seseorang yang membawa virus corona berdiam dalam ruangan untuk waktu yang lama, virus akan mudah tersebar di ruangan tanpa sirkulasi udara yang lancar tersebut.[3]

 

3. Tingginya eksposur terhadap sentuhan

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyatakan bahwa virus corona dapat bertahan di permukaan benda dan menular melalui sentuhan.[4] Karena itu, peralatan di kantor yang sering disentuh oleh orang banyak seperti gagang pintu, telepon, pegangan tangga, alat tulis, layar sentuh, dan lain-lain berpotensi menyebarkan virus ini. Selain itu, hot desk yang dipakai silih berganti oleh banyak karyawan juga memperluas eksposur sentuhan di kantor. Tanpa adanya sterilisasi yang rutin, penyebaran virus akan kian meluas.

 

Selama bekerja di kantor, lindungi diri kamu dengan melakukan social distancing, menggunakan masker, serta menjaga kebersihan dan kesehatan. Selain itu, lengkapi juga perlindunganmu dengan Asuransi Bebas Optimal, asuransi jiwa dengan perlindungan jangka panjang dan investasi yang optimal karena 100% premi kamu akan diinvestasikan sejak tahun pertama. Bebas biaya administrasi, bebas khawatir karena sedikit pengecualian, dan bebas pilih masa pembayaran premi dan Uang Pertanggungan sesuai kebutuhan. Cari tahu lebih lanjut di https://www.fwd.co.id/id/invest/bebas-optimal/

 

 

 



Sumber:

[1] https://www.liputan6.com/news/read/4315959/headline-marak-penularan-covid-19-di-kantor-dan-area-komunitas-bagaimana-solusinya

[2] https://health.clevelandclinic.org/covid-19-understanding-quarantine-isolation-and-social-distancing-in-a-pandemic/

[3] https://www.thelancet.com/journals/lanres/article/PIIS2213-2600(20)30245-9/fulltext

[4] https://www.cdc.gov/media/releases/2020/s0522-cdc-updates-covid-transmission.html